Pandawa Pattingalloang Gowa Soroti Dugaan Permainan Penerimaan Siswa Baru di Tingkat SMA

$rows[judul]

Filosofinews,com.Gowa – Proses Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Gowa mendapat sorotan tajam dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Pandawa Pattingalloang. Melalui hasil pemantauan di lapangan, Pandawa Pattingalloang menilai proses penerimaan tersebut sarat akan ketidakadilan dan indikasi permainan yang mencederai prinsip transparansi pendidikan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pandawa Pattingalloang Kabupaten Gowa, Sahar Tawang, mengungkapkan pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat terkait dugaan kejanggalan dalam seleksi SPMB tahun ini.Berdasarkan temuan tersebut, terdapat kasus diduga di mana calon siswa dengan nilai Tes Potensi Akademik (TPA) rendah justru dinyatakan lolos, sementara calon siswa dengan nilai TPA lebih tinggi tidak diterima tanpa alasan yang jelas.

“Kami menemukan fakta di lapangan diduga ada perbedaan mencolok antara hasil tes dan kelulusan. Nilai rendah bisa diloloskan, sedangkan yang nilai TPA-nya tinggi malah tersingkir. Fenomena ini patut dipertanyakan dan menimbulkan kecurigaan kuat adanya permainan di balik proses penerimaan siswa baru ini,” tegas Sahar Tawang.

Lebih lanjut, Sahar menyatakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan dugaan adanya praktik tidak terpuji berupa pemberian “uang pelicin” yang mempengaruhi hasil seleksi. “Kami mencurigai adanya transaksi yang melibatkan pihak-pihak tertentu untuk meloloskan peserta yang seharusnya tidak memenuhi syarat. Dugaan ini akan kami dalami dan tindak lanjuti sesuai fakta yang kami peroleh di lapangan,” tambahnya.

Menurut Pandawa Pattingalloang, dugaan praktik kecurangan dalam SPMB ini bukan hanya merugikan siswa yang berprestasi, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap integritas sistem pendidikan di daerah. “Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa tanpa memandang latar belakang. Jika hak ini diintervensi oleh kepentingan sempit dan praktik kotor, maka kita sedang membunuh masa depan generasi penerus,” ujar Sahar.

Sebagai langkah konkret, Pandawa Pattingalloang Kabupaten Gowa akan mengumpulkan seluruh bukti dan keterangan dari orang tua siswa yang merasa dirugikan untuk diserahkan kepada pihak berwenang. Ormas ini juga berencana melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan dan pihak terkait guna memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses SPMB.

“Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan mengawal persoalan ini sampai tuntas, demi menegakkan keadilan bagi para siswa dan menjaga marwah dunia pendidikan di Kabupaten Gowa,” pungkas Sahar Tawang.

Dengan sikap tegas tersebut, Pandawa Pattingalloang berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap kebenaran serta memberikan sanksi kepada oknum yang terbukti melakukan pelanggaran.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)