Filosofinews.com., Makassar (28/12) - Di bawah langit Makassar yang menaungi situs legendaris Benteng Somba Opu, tepatnya di Rumah Adat Kajang, sebuah orkestrasi saudagar digelar dengan kesederhanaan yang memukau. Hari ini, Tasyakuran Satu Tahun Ikatan Saudagar Minangkabau Sapayuang Sulawesi Selatan (IKASMIN-SS) bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan sebuah deklarasi eksistensi yang bermartabat dan visioner.
Atmosfer venue terasa
begitu magis, dipadati oleh Keluarga Besar IKM Sapayuang yang
hadir sebagai payung pemersatu, jajaran Ikatan Bundo Kanduang Sapayuang yang
memancarkan anggunnya marwah perempuan Minangkabau Limpapeh Rumah Nan
Gadang, serta segenap Pengurus dan Anggota IKASMIN-SS. Kehadiran para
handai taulan dan tamu kehormatan semakin menegaskan bahwa IKASMIN-SS adalah
magnet persaudaraan yang tak terbantahkan.
Tirai perhelatan disingkap oleh Sekretaris Jenderal IKASMIN-SS, Isnaini Al Ihsan, S.H., Dt. Mangkuto Alam. Dengan narasi pembuka yang cerdas dan artikulatif, beliau membawa hadirin menyelami esensi acara. Suasana seketika hening, merunduk dalam kekhusyukan tatkala lantunan ayat suci Al-Qur’an dikumandangkan oleh Amiruddin. Gema kalam Ilahi tersebut menyentuh relung jiwa, menjadi fondasi spiritual yang kokoh bagi jalannya acara.

Dari atas podium, Ketua
Panitia Pelaksana, Guspardi Sutan Kayo Nan Mudo, tampil menyampaikan
laporan yang menghentak kesadaran. Beliau menyingkap fakta heroik di balik
layar: sebuah kemustahilan yang dipatahkan oleh kekuatan solidaritas.
“Apa yang kita saksikan
bersama ini adalah manifestasi dari 'The Power of Unity'. Panitia ini
dibentuk hanya dalam kurun waktu empat hari. Sebuah akselerasi
kerja yang nyaris tak masuk akal, namun berhasil kita wujudkan dengan sempurna.
Lebih membanggakan lagi, terlaksananya acara ini, mulai dari logistik hingga
jamuan, adalah hasil murni dana swadaya kolektif anggota dan
pengurus. Tanpa proposal keluar, kita berdiri di atas kaki sendiri. Terima
kasih tak terhingga saya ucapkan untuk dedikasi yang melampaui batas ini,” tegas
Guspardi dengan suara bergetar menahan haru, disambut gemuruh tepuk tangan
hadirin.
Suasana semakin khidmat ketika
tampuk pimpinan tertinggi IKASMIN-SS mengambil alih perhatian. Dengan langkah
tenang namun penuh wibawa, Ketua Presidium IKASMIN-SS, Sauki Mangkuto
Sutan, berdiri di hadapan audiens. Sorot matanya memancarkan optimisme,
menyiratkan ketegasan visi seorang pemimpin yang siap membawa bahtera
organisasi membelah ombak tantangan global.
Dalam sambutan yang menggugah,
beliau menyampaikan:
"Satu tahun ini adalah etape pertama dari lari maraton perjuangan kita. IKASMIN-SS tidak didirikan hanya untuk berkumpul, tetapi untuk membangun imperium persaudaraan yang produktif. Kita sedang meletakkan batu bata peradaban ekonomi umat yang kokoh, modern, dan berkarakter."

Melengkapi kehormatan acara,
tokoh sentral yang menjadi figur "Ayah" bagi perantau Minangkabau, Ketua
Umum IKM Sapayuang, Ir. H. Akmal Musthafa, turut memberikan petuah.
Kehadirannya membawa aura kesejukan sekaligus kekuatan legitimasi bagi
pergerakan IKASMIN-SS. Beliau menatap bangga ke arah barisan anggota, seolah
melihat masa depan cerah Minangkabau di tanah rantau.
Dengan intonasi kebapakan yang
bijak, beliau bertutur:
"Saya melihat IKASMIN-SS
bukan sekadar organisasi, melainkan 'Mutiara' baru di Sulawesi Selatan. Sinergi
yang ditunjukkan, kecepatan dalam bergerak, dan kesantunan dalam beradat adalah
cerminan sejati marwah Minangkabau. Teruslah terbang tinggi tanpa melupakan
bumi tempat berpijak."
Acara mencapai puncak futuristiknya pada sesi Launching Website Resmi IKASMIN-SS. Aura ketegasan dan disiplin seketika memenuhi ruangan saat Dewan Komite Etik & Pengawasan, Kol. Inf Indra Kurnia, S.Sos, M.Si, mengambil alih komando podium untuk memimpin peluncuran.
.png)
Di hadapan layar raksasa, prosesi
simbolis Hand Scanning dilakukan. Namun, yang paling
menggetarkan adalah pesan strategis yang disampaikan Sang Kolonel, Beliau tidak
melihat website ini sekadar sebagai papan informasi, melainkan sebuah kekuatan
tempur.
"Dalam peperangan
asimetris era modern, penguasaan data dan informasi adalah kunci kemenangan
mutlak. Saya tegaskan, Website Resmi ini bukan sekadar laman internet biasa,
melainkan ALUTSISTA (Alat Utama Sistem Senjata) Digital bagi
IKASMIN-SS. Ini adalah perisai pertahanan untuk menjaga marwah organisasi,
sekaligus menjadi rudal balistik jangkauan jauh untuk menembus pasar global.
Tanpa Alutsista yang canggih dan mandiri seperti ini, kita
hanya akan menjadi penonton di medan tempur ekonomi yang semakin ganas."
Di tengah euforia, IKASMIN-SS
membuktikan kematangan emosionalnya. Acara dijedas sejenak untuk sesi Tausiyah
dan Doa Bersama yang dipimpin oleh H. Maulana Sati, M.Ag. Hati dan
pikiran hadirin diterbangkan menuju Ranah Minang yang sedang diuji bencana
banjir. Langit Somba Opu seakan turut mengamini munajat tulus para perantau
agar duka di kampung halaman segera sirna.
Decak kagum kembali terdengar
pada sesi bedah teknologi oleh Sekjend IKASMIN-SS, Isnaini Al Ihsan,
S.H., Dt. Mangkuto Alam. Bukan sekadar administrator, beliau tampil
sebagai Architect of Technology.
Dengan bahasa teknis yang fasih, Dt.
Mangkuto Alam menjelaskan mahakarya digital yang ia bangun dengan tangannya
sendiri (Single-handedly Developed):
"Platform ini dibangun dengan pendekatan Full-Stack Development yang presisi. Saya merancang Backend Architecture yang robust untuk keamanan data tingkat tinggi, serta mengimplementasikan User Interface (UI) yang adaptif dan responsif. Ini bukan template instan, ini adalah Algoritma Persaudaraan yang saya kodekan baris demi baris untuk memastikan IKASMIN-SS memiliki kedaulatan digital yang mutlak."

.png)
Menutup formalitas, kemewahan
tradisi digelar melalui Makan Bajamba. Totalitas panitia terhidang
nyata lewat menu Cancang Kambiang, hasil penyembelihan khusus satu
ekor kambing dan Samba Buruak-buruak. Aroma rempah otentik
menyeruak, menyatukan rasa, meluruhkan jabatan, meleburkan semua hadirin dalam
satu hamparan daun pisang kenikmatan yang egaliter.
Di tengah riuh rendah kehangatan
sesi ramah tamah pasca-penutupan, sebuah momen emas kembali tercipta. Batas
geografis antara Makassar dan Jakarta seketika luluh lantak ketika Sekjend
IKASMIN-SS melakukan panggilan video (Video Call) eksklusif
dengan salah satu figur sentral organisasi, Koordinator I Pada Jamdatun
Kejaksaan Agung Republik Indonesia, H. Ferry Taslim, S.H., M.Hum., M.Si., Dt.
Toembidjo, yang juga menjabat sebagai Dewan Komite Etik & Pengawasan
IKASMIN-SS.
Melalui layar gawai yang
terhubung secara real-time, wajah Dt. Toembidjo hadir menyapa
kerinduan dunsanak di Benteng Somba Opu. Dari Ibu Kota Negara, beliau
memberikan pesan singkat yang padat, bernas, dan penuh visi strategis.
Dengan intonasi yang tenang,
artikulatif, dan penuh wibawa, beliau menyampaikan:
"Meskipun raga saya
berada di Jakarta, namun frekuensi jiwa saya sepenuhnya selaras dengan semangat
Dunsanak di Benteng Somba Opu. Saya sampaikan apresiasi tertinggi atas
'Milestone' satu tahun IKASMIN-SS. Ini adalah fase krusial pembuktian
eksistensi."
"Secara khusus, saya ucapkan selamat atas peluncuran Website Resmi IKASMIN-SS. Sebuah lompatan transformasi digital yang brilian. Dengan adanya platform ini, IKASMIN-SS telah mendeklarasikan diri sebagai organisasi yang menjunjung tinggi 'Good Governance', transparansi, dan akuntabilitas publik. Pertahankan standar profesionalisme ini, dan jadikan teknologi sebagai instrumen integritas untuk membangun peradaban ekonomi Minangkabau yang bermartabat dan modern."
.png)

Rangkaian acara diakhiri dengan
sesi foto bersama, mengabadikan senyum kebanggaan dan optimisme,
sebelum akhirnya ditutup kembali oleh Sekjend IKASMIN-SS. Hari ini, IKASMIN-SS
telah menuliskan tinta emas sejarah: bahwa modernitas "Alutsista
Digital" dan tradisi leluhur bisa berdansa indah dalam satu panggung
kehormatan.
Tulis Komentar