Filosofinews.com., Makassar (30/12) - Dalam dunia organisasi, kepemimpinan sejati tidak diukur dari panjangnya masa jabatan, melainkan dari kemampuan mengonsolidasikan kekuatan, mengendalikan arah, dan menciptakan kepatuhan struktural yang lahir dari kepercayaan. Dalam konteks itulah, satu tahun perjalanan Ikatan Saudagar Minangkabau Sapayuang Sulawesi Selatan (IKASMIN-SS) menjadi etalase nyata kepemimpinan Ketua Presidium IKASMIN-SS, Sauki Mangkuto Sutan, sebagai tampuk kekuasaan tertinggi organisasi.
Sejak awal, Sauki Mangkuto Sutan menempatkan IKASMIN-SS bukan sebagai organisasi simbolik, melainkan sebagai entitas kekuatan saudagar. Ia membaca peta sosial-ekonomi dengan ketajaman seorang strateg, lalu mengonsolidasikan potensi saudagar Minangkabau ke dalam satu poros kepemimpinan yang tegas, terukur, dan tidak ambigu. Di bawah kendalinya, IKASMIN-SS tumbuh cepat karena memiliki satu hal yang jarang dimiliki organisasi seumurannya: komando yang jelas dan legitimasi yang kuat.
Perjalanan satu tahun IKASMIN-SS adalah lintasan penuh friksi. Perbedaan kepentingan, gesekan ego, keterbatasan sumber daya, hingga ujian loyalitas menjadi realitas yang tak terelakkan. Namun, alih-alih terpecah, organisasi ini justru mengeras. Setiap tekanan dijawab dengan konsolidasi. Setiap potensi konflik ditundukkan melalui keputusan strategis yang tegas. Inilah karakter kepemimpinan Sauki Mangkuto Sutan: tidak reaktif, tidak kompromistis pada prinsip, dan tidak membiarkan organisasi kehilangan arah.
“Kita tidak sedang membangun organisasi untuk disukai semua pihak. Kita sedang membangun kekuatan saudagar yang memiliki posisi tawar dan daya kendali atas masa depannya sendiri,” menjadi narasi implisit yang tercermin dalam setiap langkah kepemimpinannya.
Kekuatan Sauki Mangkuto Sutan tidak berdiri sendiri. Ia dikelilingi oleh struktur presidium yang disusun secara presisi. Wakil Ketua Presidium IKASMIN-SS, H. Feri Irawan, seorang yang pernah menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Toyota Kalla, menghadirkan disiplin korporasi kelas nasional ke dalam ruang organisasi. Kehadirannya bukan simbol, melainkan penegasan bahwa IKASMIN-SS dikelola dengan standar manajemen industri besar, bukan pola tradisional yang longgar.
Di sektor keuangan, kendali dipercayakan kepada Bendahara IKASMIN-SS, Hendri Sutan Pado, Owner Rumah Makan Pondok Minang, figur pengusaha riil yang terbiasa mengambil keputusan finansial di bawah tekanan pasar. Di tangan Bendahara ini, keuangan organisasi dijaga dengan prinsip keras: tertib, akuntabel, dan tidak memberi ruang pada kompromi yang melemahkan kepercayaan.
Namun, pilar kekuasaan operasional IKASMIN-SS bertumpu kuat pada Sekretaris Jenderal, Isnaini Al Ihsan, S.H., Dt. Mangkuto Alam—figur yang berfungsi sebagai arsitek sistem dan eksekutor utama keputusan presidium. Dengan pengalaman organisatoris di HIPMI dan KNPI, ia memahami anatomi kekuasaan organisasi secara utuh: dari perencanaan, pengendalian, hingga eksekusi.
Lebih dari itu, Sekjend IKASMIN-SS adalah figur langka: intelektual teknokratik yang menguasai teknologi informasi, pengembangan sistem digital, serta berpengalaman sebagai programmer sistem hotel dan restoran, ditopang pemahaman hukum yang luas. Kombinasi ini menjadikannya alat kendali strategis yang memastikan kekuasaan organisasi berjalan melalui sistem, bukan sekadar figur. Kombinasi kapasitas seperti ini menjadikannya aset strategis yang sangat berharga, bahkan dinilai belum memiliki tandingan dalam hal kombinasi kapasitas, pengalaman, dan kecakapan strategis.
Sinergi antara otoritas politik Sauki Mangkuto Sutan, ketegasan manajerial H. Feri Irawan, disiplin finansial Hendri Sutan Pado, dan kendali sistemik Isnaini Al Ihsan membentuk struktur kekuasaan yang solid, terkonsolidasi, dan sulit digoyahkan.
Memasuki fase tahun kedua, IKASMIN-SS tidak sedang mencari pengakuan—organisasi ini sudah berada pada fase penegasan posisi. Pada awal tahun 2026, sebuah program kerja strategis baru akan diluncurkan. Detailnya masih dirahasiakan, namun satu hal ditegaskan: program ini dirancang untuk memperluas daya pengaruh IKASMIN-SS dan memperkuat dominasinya dalam ekosistem ekonomi saudagar Minangkabau.
Di bawah komando Sauki Mangkuto Sutan, IKASMIN-SS telah melewati fase eksistensi dan kini memasuki fase legitimasi kekuasaan. Bukan lagi sekadar organisasi, melainkan poros kekuatan Saudagar Minangkabau di Sulawesi Selatan—siap memainkan peran strategis dalam konstelasi ekonomi regional dan nasional.
Tulis Komentar